BOJONEGORO, Waskat.id – Siswa-siswi SDN 1 Gayam dan SMPN 1 Gayam, melaksanakan study tour ke tempat wisata sejarah Perahu Besi Kuno dan wisata religi, di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Para siswa datang ke lokasi wisata naik odong-odong didampingi oleh guru dari sekolah masing-masing dan Staf Kecamatan Gayam, Pak Eko Cahyono, Kamis (9/4/2026).

Di lokasi wisata sejarah Perahu Besi Kuno, para siswa disambut hangat oleh pengelola wisata yakni pengurus yayasan Bahitro Soeto Prodjo, Pokdarwis Citra Bengawan dan perangkat desa Ngraho. Mereka mendapat penjelasan langsung dari Mbah Towo, penemu perahu besi kuno.

Menurut Mbah Towo, perahu besi kuno ditemukan pada tahun 2013 di Bengawan Solo. Kerangka besi perahu tertimbun pasir dan lumpur di dasar bengawan, tepat di kedung candi dengan kedalaman 13 meter.

”Proses ekskavasi perahu besi dilakukan secara konvensional pada saat Bengawan Solo airnya meluap hingga setinggi bibir sungai, sekitar 16 meter. Kita dibantu penyelam-penyelam tradisional sekitar 40 orang, yang mampu bertahan di dalam air selama 5 hingga 10 menit tanpa alat bantu pernapasan,” ungkap Mbah Towo Rahadi.

Setelah perahu terangkat ke permukaan kemudian diidentifikasi memiliki panjang 26 meter dengan lebar 6 meter. Teknik pembuatan perahu masih menggunakan sistem keling (riveting) untuk menyambung setiap lembaran plat logam perahu.

Bahan yang digunakan untuk membuat plat perahu dari sisi metalurgi ada sekitar 11 jenis campuran. Antara lain baja, oksida, karbon, sulfida, halida, tembaga, timah, nikel, aluminum, seng, emas, perak, perunggu, dan batu meteor.

Sekretaris Yayasan Bahitro Soeto Prodjo, Kasmani, mengungkapkan, siswa SDN 1 Gayam dan SMPN 1 Gayam yang melakukan study tour ke Perahu Besi Kuno sebanyak 58 siswa. Dia menjelaskan, objek wisata sejarah perahu besi kuno berada dalam satu kawasan dengan objek wisata religi Eyang Soeto Prodjo. Oleh karena itu semua pengunjung diajak berdo’a bersama lebih dulu sebelum mendapat penjelasan sejarah ditemukannya perahu besi kuno. ***

Wartawan: Kan Zen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *