BOJONEGORO, Waskat.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam mengawal dan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui acara Penyerahan Bantuan Insentif Relokasi Pedagang Pasar Kota (Lama) ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Wisata yang berlangsung hangat di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro (26/10/2026).

Program bantuan ini merupakan hasil sinergi nyata antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Bantuan insentif yang disalurkan bersumber dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) yang disalurkan bersama DPA Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro.

Penyaluran dana diberikan secara langsung dan akuntabel kepada 161 pedagang (mencakup 106 yang menempati toko dan 55 menempati los) melalui pembukaan buku rekening Bank BRI tanpa ada potongan biaya sepeser pun.

Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi menyampaikan rasa empati yang mendalam atas dinamika yang dihadapi para pedagang selama proses perpindahan. Dia mengingatkan bahwa masa transisi menuju tempat penampungan sementara memerlukan kesabaran bersama demi tercapainya penataan pasar yang ideal.

Sally, begitu panggilan akrab anggota DPRD Bojonegoro dari Fraksi Gerindra, ini menekankan pentingnya mengingat tujuan besar di balik relokasi ini, yaitu menghadirkan tempat usaha yang jauh lebih baik dan layak.

’’Tujuan kita semua bersama pemerintah adalah menyediakan pasar kota yang bagus, bersih, dan representatif, agar ke depannya dagangan bapak dan ibu semakin laris, rezeki bertambah, dan membawa keberkahan,’’ paparnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa pembangunan fisik pasar tidak boleh berdiri sendiri tanpa memikirkan keberlanjutan usaha para pedagang. Pembangunan pasar harus berorientasi pada kenyamanan pembeli dan pergerakan omset pedagang.

Bupati Setyo Wahono mengungkapkan pentingnya perencanaan yang matang serta adaptasi strategi pemasaran di era modern agar pasar tradisional tetap hidup dan menjadi pilihan utama masyarakat.

’’Membangun pasar itu tidak cukup hanya fisik bangunannya yang bagus, tetapi harus betul-betul mampu mendatangkan pembeli. Sebab kalau pasarnya dibangun megah tetapi tidak ada pembelinya, ya percuma!’’ kata orang nomor satu di Bojonegoro ini.

Bupati juga menekankan bahwa ke depan tata kelola manajemen pasar, kerapian zonasi (seperti pemisahan lapak daging, sayur, dan pakaian), hingga pemanfaatan layanan pemesanan berbasis digital/online harus terus didorong agar pedagang pasar tradisional tidak kalah bersaing dengan ritel modern.

Guna memberikan gambaran yang jelas bagi para pedagang, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah bersama Kepala Dinas PU Cipta Karya, Satito Hadi memperlihatkan desain dan rencana renovasi Pasar Kota Lama. Proyek pembangunan pasar modern yang ditargetkan rampung pada 2027 ini dirancang untuk menghadirkan fasilitas yang bersih, aman, representatif, serta mampu meningkatkan daya saing pedagang di tengah perkembangan zaman.

Penyerahan insentif ini menjadi simbol kepedulian dan ikhtiar bersama dalam merawat denyut ekonomi masyarakat Bojonegoro. Dengan fondasi keterbukaan, kesabaran, serta sinergi antara Pemkab Bojonegoro dan para pedagang, proses relokasi ini diharapkan berjalan lancar menuju hadirnya Pasar Kota Bojonegoro baru yang modern, bersih, dan sejahtera pada tahun 2027. ***

Wartawan: Kuzaini/hmp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *