BOJONEGORO, Waskat.id – Lomba Cipta Menu Olahan Telur GAYATRI meramaikan gelaran Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest), Minggu (18/10/2026). Lomba yang digelar TP PKK Bojonegoro ini diikuti perwakilan PKK kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro di Alun-Alun Bojonegoro.

Lomba yang juga untuk memeriahkan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 ini menjadi wadah bagi para kader PKK untuk menunjukkan kreativitas dalam mengolah telur menjadi aneka hidangan yang sehat, bergizi, ekonomis, dan inovatif. Perwakilan 27 kecamatan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyampaikan bahwa lomba ini diharapkan mampu mendorong setiap kecamatan untuk mengembangkan beragam menu berbahan dasar telur melalui program GAYATRI.

’’Harapan kami, dari 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, kita bisa menciptakan aneka menu dari GAYATRI yang sehat, murah, dan inovatif,’’ ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi semangat para peserta yang berupaya menampilkan kreativitas terbaik dalam menyajikan olahan telur. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga kesempatan untuk saling berbagi kreativitas dan ilmu dalam mengembangkan menu pangan yang beragam.

Sementara itu, Ketua Panitia, Elfia Nuraeni, yang mewakili Pokja III TP PKK Kabupaten Bojonegoro, menjelaskan bahwa lomba tersebut bertujuan mendukung program unggulan pengembangan GAYATRI agar mampu melahirkan beragam menu yang memenuhi prinsip gizi seimbang dan keamanan pangan.

’’Melalui kegiatan ini, kami berharap para kader PKK semakin kreatif dalam mengolah telur menjadi menu yang beragam, bergizi, dan aman dikonsumsi, lomba ini diikuti oleh 27 Kecamatan karena 1 Kecamatan ada yang izin tidak bisa mengikuti,’’ jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta diberi batasan anggaran belanja sebesar Rp200.000 untuk menyiapkan kreasi menu. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari Hotel Eastern, Dinas Kesehatan, khususnya ahli gizi, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro.

Adapun aspek penilaian meliputi kreativitas, cita rasa, kandungan gizi, pemanfaatan bahan pangan lokal, serta nilai jual produk yang dihasilkan.

Salah satu peserta dari Kecamatan Tambakrejo, Dewi Retnowati, mengaku senang dapat mengikuti lomba tersebut meskipun sempat merasa gugup saat menampilkan hasil kreasinya.

’’Saya senang bisa mengikuti acara ini, meskipun agak deg-degan. Saya menyajikan pancake, puding lumut, dan perkedel sostel. Saya juga membawa buah-buahan asli Tambakrejo, seperti keres, murbei, juwet, dan klayu,’’ tuturnya.

Antusiasme para peserta menunjukkan besarnya semangat kader PKK dalam mengembangkan kreativitas pangan berbasis potensi lokal. Melalui lomba ini, program GAYATRI diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga membuka peluang pengembangan menu olahan yang memiliki nilai ekonomi. ***

Wartawan: Tejo Cahyono/hmp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *