BOJONEGORO, Waskat.id – Sebanyak 200 orang dari delapan Aliran Kepercayaan yang tergabung dalam MLKI (Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia) Bojonegoro melaksanakan ziarah ke makam para leluhur di kota Bojonegoro, Jum’at (16/10/2026). Ziarah ini dihelat dalam rangka memperingati Hari Jadi Bojonegoro ke-349.

Delapan aliran kepercayaan tersebut yakni Sapta Dharma, Ngudi Utomo, Paguyuban Wujud Jiwa Semporna (PWJS), Ilmu Sejati, Coblong Kamulyan, Kapribaden, Komunitas Kemeluk Menyan (KKM), dan Sedulur Sikep Samin.

’’Ada lebih 200 orang dari delapan paguyuban aliran kepercayaan yang mengikuti prosesi ziarah ke makam leluhur yang tersebar di sebelas titik di Bojonegoro. Kita bangga memiliki tokoh-tokoh hebat sehingga kita sangat perlu belajar meneladani beliau,’’ kata Mbah Bowo panggilan akrab Haryoko, Ketua Presidium II MLKI Kabupaten Bojonegoro.

Ada sebelas makam yang diziarahi yakni makam Aryo Dalem di Kelurahan Kadipaten, makam Kanjeng Sumantri di Kelurahan Mojokampung, makam Mbah Andongsari Kelurahan Ledok Kulon, dan makam Mbah Gadung Kelurahan Kauman, Kecamatan Bojonegoro. Selain itu makam Haryo Matahun di Desa Ngraseh dan makam Djoyonegoro di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander. Makam Sunan Blongsong di Desa Blongsong, Kecamatan Baureno, makam Lancing Kusumo, di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, makam Wali Kidangan Desa Sukorejo, Kecamatan Malo, makam Prabu Angling Dharma di Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, dan makam Menak Anggrung Kecamatan Padangan.

Prosesi ziarah didahului dengan bakar kemenyan madu yang dilakukan Komunitas Kemeluk Menyan, kemudian sesorah yang disampaikan oleh sesepuh organisasi, dilanjutkan lantunan tembang pangkur dan hastungkara untuk para leluhur. Sebagai penutup ritual doa yaitu jumbuh maneges yang dipimpin oleh Ketua PWJS, Sujito.

Sujito mengungkapkan, sangat mengagumi para tokoh yang pernah memimpin Kabupaten Bojonegoro di era penjajahan Belanda dan tokoh-tokoh di era Jawa kuno yang dimakamkan di Kabupaten Bojonegoro.

’’Pada masa lampau beliau-beliau selain menjadi pemimpin pemerintahan juga memiliki keteguhan untuk mempertahankan ajaran budi pekerti luhur, sehingga kami merasa terpanggil untuk mempertahankan ajaran budi pekerti luhur tersebut dan mengajarkannya kembali kepada generasi muda yang ada sekarang,’’ kata Sujito usai ziarah di makam Kanjeng Sumantri.

Sementara itu Ketua Dewan Kebudayaan Bojonegoro, Kuzaini, mengatakan, pihaknya merasa senang dengan adanya aliran-aliran kepercayaan di Bojonegoro yang ikut melaksanakan ziarah ke makam para leluhur menjelang Hari Jadi Ke-349 Kabupaten Bojonegoro.

’’Para penganut aliran kepercayaan yang ada di Bojonegoro kita harapkan mengikuti prosesi ziarah ke makam para leluhur pada setiap jelang puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro. Kita berharap mereka bersama-sama ikut aktif mengisi pembangunan di Bojonegoro pada khususnya. Sehingga dapat terwujud sebuah keberhasilan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro yang bahagia, makmur dan membanggakan di bawah kepemimpinan Bapak Setyo Wahono Bupati Bojonegoro dan Wakil Bupati Nurul Azizah,’’ kata pria yang akrab dipaggil Kang Zen Samin ini. ***

Wartawan: Kuzaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *