BOJONEGORO, Waskat.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan sektor peternakan. Salah satunya melalui kegiatan Expo Teknologi Tepat Guna (TTG) Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya. Kegiatan tersebut digelar di GOR Utama Dander, Kamis (30/7/2026).
Tema expo TTG adalah ”Penguatan Kapasitas Peternak Rakyat melalui Pendekatan Terpadu untuk Mewujudkan Desa Sejahtera, Mandiri, dan Inovatif Berbasis Peternakan Berkelanjutan”. Kegiatan ini difasilitasi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro. Expo menampilkan berbagai karya inovasi yang telah diterapkan di desa-desa lokasi KKN di Kabupaten Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, hadir dalam kegiatan ini. Hadir juga Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya, para camat dan kepala desa lokasi KKN, dosen pembimbing Universitas Brawijaya, perwakilan kelompok tani ternak, serta siswa SMKN 4 Bojonegoro Jurusan Peternakan.
Bupati Setyo Wahono dalam sambutannya menegaskan bahwa sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan Universitas Brawijaya merupakan salah satu strategi penting dalam mempercepat pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan solusi nyata terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.
’’Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Universitas Brawijaya tidak hanya berlangsung pada sektor peternakan. Saat ini, kedua pihak juga menjalin kolaborasi di sektor kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro secara menyeluruh,’’ ungkap Bupati Setyo Wahono.
Melalui penyelenggaraan Expo Teknologi Tepat Guna Terintegrasi KKN 2026, diharapkan semakin banyak inovasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat, khususnya peternak rakyat. Inovasi yang lahir dari dunia akademik diharapkan mampu menjadi solusi yang mudah diterapkan, berbiaya efisien, serta berkelanjutan dalam mendukung pembangunan desa.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraini menyampaikan bahwa sasaran utama kegiatan Expo TTG dan KKN tahun ini adalah para peternak Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) dan Domba Kesejahteraan.
’’Mahasiswa telah menghadirkan sebanyak 17 inovasi di bidang peternakan. Berbagai inovasi tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi peternak dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,’’ paparnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya, Halim Natsir mengajak seluruh peserta untuk menikmati sekaligus mempelajari berbagai karya inovasi mahasiswa KKN yang dipamerkan dalam expo tersebut. Setiap inovasi disusun melalui pendekatan yang sederhana namun efektif
’’Seluruh inovasi dan teknologi yang dipamerkan akan melalui proses penilaian. Hasil terbaik diharapkan tidak berhenti sebagai karya akademik semata, melainkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan bersama pemerintah daerah dan masyarakat sehingga memberi manfaat yang lebih luas,’’ tambah Prof Halim. ***
Wartawan: Kuzaini/hmp