BOJONEGORO, Waskat.id – Pemkab Bojonegoro meluncurkan program Bersama Tegakkan Perlindungan Perempuan dan Anak Melalui Forum Kolaboratif dan Lapor Kepenak atau BERTAPPA. Peluncuran program digelar di ruang Angling Dharma Lt.2 gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (17/09/2026).

Peluncuran ini sekaligus dirangkai Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pengarusutamaan Gender (PUG) yang dibuka oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.

’’Data IKG ini menjadi pengingat tegas bahwa masih ada pekerjaan besar dalam mengatasi kesenjangan, khususnya di aspek kesehatan reproduksi, pemberdayaan, serta partisipasi ekonomi perempuan,’’ tegas Bupati Bojonegoro dalam sambutannya di hadapan jajaran Perangkat Daerah, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), dan Aparat Penegak Hukum (APH).

Perlu diketahui, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Bojonegoro tahun 2025 berada di posisi 0,352, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 0,225.

Oleh karena itu, Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa pelaksanaan PUG tidak boleh berhenti hanya sebagai formalitas administrasi atau dokumen di atas kertas. PUG harus terintegrasi ke dalam 7 siklus pembangunan daerah, mulai dari perencanaan hingga pelaporan.

’’Inklusi sosial adalah kunci. Pembangunan yang berhasil tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan dampaknya dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, lansia, dan penyandang disabilitas,’’ tambahnya.

Melalui inovasi BERTAPPA yang diinisiasi oleh Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bojonegoro, Pemkab berkomitmen membangun wadah perlindungan yang responsif dan kolaboratif. Sinergi antara Pokja PUG, APIP, dan APH diperkuat agar persoalan penanganan perempuan dan anak tidak lagi terhambat akibat ego sektoral maupun lemahnya koordinasi.

Langkah strategis ini sekaligus menjadi persiapan Bojonegoro dalam menghadapi Verifikasi Lapangan Penganugerahan Parahita Ekapraya (PPE) 2026. Pemkab menegaskan bahwa verifikasi ini diposisikan bukan sekadar ajang berburu penghargaan, melainkan momentum pembuktian keberhasilan integrasi gender yang berdampak nyata bagi masyarakat Bojonegoro.

Kepala Dinas DP3AKB Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Hernowo Wahyutomo, menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek PUG ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pemahaman, serta sensitivitas gender bagi jajaran APH dan perangkat daerah. Hal ini krusial agar perspektif gender terintegrasi secara nyata mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program pembangunan di daerah.

’’Melalui Bimtek dan peluncuran inovasi BERTAPPA ini, kami ingin memperkuat kapasitas serta kesadaran bersama mengenai pentingnya kesetaraan gender. Kami berharap seluruh OPD dapat mengintegrasikan perspektif gender dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Di saat yang sama, APH diharapkan dapat menerapkan perspektif yang memihak pada keadilan gender dalam setiap proses hukum dan pelaksanaan tugas di lapangan,’’ ungkapnya.

Ia menambahkan, kehadiran inovasi BERTAPPA menjadi sarana strategis untuk memperkuat forum kolaboratif lintas sektor sekaligus menyediakan mekanisme pelaporan (Lapor Kepada) yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi demi perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Bojonegoro.

Melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan elemen masyarakat, DP3AKB Bojonegoro optimistis dapat menciptakan lingkungan yang aman, adil, serta mengoptimalkan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak secara berkelanjutan. ***

Wartawan: Kuzaini/hmp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *