BOJONEGORO, Waskat.id – Peran pemuda dalam mendorong kepedulian dan kontribusi di bidang kesehatan mengantarkan Kabupaten Bojonegoro meraih penghargaan Daerah Terbaik Penggerak Bhakti Pemuda Provinsi Jawa Timur Bidang Kesehatan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Pamekasan, Rabu (28/10/2026).
Penghargaan tersebut diterima Staf Ahli Bupati Bojonegoro Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Pemkab Bojonegoro, Dandi Suprayitno, AP, M.Si, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi daerah dalam mendorong peran pemuda di bidang kesehatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak generasi muda untuk terus berkontribusi bagi masyarakat melalui karya, pengabdian, dan aksi nyata. Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema ”Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda Untuk Indonesia”.
Khofifah menegaskan, generasi muda perlu memiliki karakter kebangsaan, daya juang, dan kepedulian terhadap sesama. Patriotisme diwujudkan melalui karya dan pengabdian, kegigihan melalui semangat belajar dan bekerja keras, sedangkan empati ditunjukkan dengan menghargai perbedaan serta menghadirkan kepedulian dalam tindakan nyata.
’’Jadilah pemuda yang patriotik melalui karya, gigih dalam menghadapi tantangan, dan berempati dengan memastikan tidak ada saudara kita yang tertinggal,’’ pesannya.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan generasi muda merupakan investasi masa depan Jawa Timur. Dukungan melalui sekolah, pesantren, perguruan tinggi, pendidikan vokasi, dan komunitas kreatif di 38 kabupaten/kota menjadi bagian penting dalam mencetak generasi muda yang terampil, mandiri, berkarakter, dan siap berkarya.
Menurut Khofifah, generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi ekonomi, penguasaan teknologi, serta pengembangan inovasi. Karena itu, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil bagian dalam menciptakan perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menambahkan, kemajuan harus membuka kesempatan yang lebih luas bagi seluruh generasi muda, termasuk kelompok rentan dan mereka yang tinggal di daerah terpencil. Kemajuan yang sesungguhnya tidak hanya diukur dari pencapaian, tetapi juga dari kemampuan untuk mengajak lebih banyak orang tumbuh dan maju bersama.
Khofifah turut mengapresiasi organisasi kepemudaan, pelajar, mahasiswa, santri, dan komunitas pemuda yang terus berkarya serta berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Ia mengajak generasi muda untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, memperkuat kolaborasi, dan menjaga solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan sekaligus mendorong generasi muda agar semakin aktif mengambil peran dalam pembangunan. Penghargaan yang diraih Kabupaten Bojonegoro ini menjadi apresiasi atas upaya pengembangan kepemudaan, khususnya di bidang kesehatan, serta diharapkan memperkuat kontribusi pemuda dalam mendukung pembangunan daerah. ***
Wartawa: Dwi Prasetyo/hmp