BOJONEGORO, Waskat.id – Padepokan Cakra Dharma Nusantara yang bergerak di bidang pelestarian budaya Jawa secara resmi berdiri di Desa Sroyo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Peresmian padepokan ditandai pemotongan tumpeng oleh Camat Kanor, Faisol Ahmadi, SH, kemudian potongan tumpeng diberikan kepada Kapolsek Kanor, AKP Slamet Hariyanto, selanjutnya diserahkan kepada Ketua Cakra Dharma Nusantara, Akhirul Rosyidin, Sabtu sore (24/10/2026).
Camat Kanor, Faisol Ahmadi, dalam sambutannya mengapresiasi berdirinya Padepokan Cakra Dharma. Camat Kanor mengungkapkan, di Indonesia ada dua komoditas yang laku dijual yaitu kemiskinan dan agama. Maka kehadiran Cakra Dharma Nusantara di Kecamatan Kanor diharapkan mampu mewarnai segala kehidupan di masyarakat serta menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
Menurut Camat Faisol Ahmadi, tradisi bakar menyan di Cakra Dharma Nusantara bukan sebuah klenik karena klenik sebenarnya bukan berada di menyan, dupa dan bunga, tetapi klenik sebenarnya berada di otak manusia. Maka kehadiran Cakra Dharma Nusantara diharapkan dapat mencuci otak bagi yang beranggapan bahwa bakar dupa, bakar kemenyan dan cawis bunga sebagai perbuatan syirik dan musyrik.
’’Biasanya jika ada orang membakar dupa dibilang kafir dan dibilang musyrik. Sebenarnya membakar dupa atau membakar kemenyan boleh-boleh saja. Yang tidak boleh atau dilarang yaitu membakar rumah atau membakar pos kamling karena jelas-jelas merugikan masyarakat. Intinya daripada membakar rumah lebih baik membakar dupa atau kemenyan,’’ kata Camat Faisol Ahmadi disambut tepuk tangan para hadirin.
Lebih khusus, Camat Kanor berharap kepada Ketua Cakra Dharma Nusantara yakni Akhirul Rosyidin, apabila melaksanakan kegiatan diskusi atau menyelenggarakan seminar tentang roda kebenaran atau Cakra Dharma, maka pihaknya bersama Forkopimcam Kanor agar diundang mengikuti kegiatan tersebut. Sehingga pihaknya sebagai unsur pemerintah yang berkewajiban menciptakan ketertiban umum dapat memberikan saran-saran yang positif demi kemajuan Cakra Dharma Nusantara.
Dijelaskan, Pemerintah Kecamatan Kanor tidak bermaksud mengintervensi aktivitas Cakra Dharma Nusantara namun justru berharap terjalin kerjasama yang baik antara Cakra Dharma Nusantara dengan pemerintah dengan tujuan membangun peradaban yang membanggakan.
’’Kehadiran Cakra Dharma Nusantara kita harapkan bisa menciptakan sebuah peradaban yang dapat menjadikan masyarakat sehat jasmani dan rohaninya serta sehat ekonominya,’’ tutur Camat Faisol.
Ketua Cakra Dharma Nusantara, Akhirul Rosyidin mengungkapkan, peresmian padepokan Cakra Dharma Nusantara mengambil tema ”Berdharma Untuk Bojonegoro – Berbakti Untuk Ibu Pertiwi”. Ia bersama anggota Cakra Dharma Nusantara ingin mendedikasikan diri dalam membangun peradaban khususnya di Kabupaten Bojonegoro dan di seluruh bumi Nusantara, Indonesia pada umumnya.
Peresmian Padepokan Cakra Dharma Nusantara berlangsung hikmat dengan dihadiri Camat dan Kapolsek Kanor, Kepala Desa Sroyo, Ahmad Yuri beserta perangkat desanya, BPD Desa Sroyo serta Karang Taruna Desa Sroyo. Selain itu dihadiri berbagai ormas dan aliran kepercayaan yang ada di Bojonegoro. Antara lain AGNI komunitas pecinta tosan aji keris, Komunitas Kemeluk Menyan (KKM), Paguyuban Wujud Jiwa Semporna (PWJS), Paguyuban Megalamat dan MLKI (Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia).
Para tamu undangan diajak bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada pembukaan acara, kemudian dihibur tarian berjudul Jambul Meliwis oleh anggota Sanggar Panca Loka.
Acaranya makin meriah namun tetap terasa sakral ketika usai pemotongan tumpeng dan kembul bujana andrawina kemudian dilanjutkan Kirab Budaya mengelilingi desa Sroyo. Pengunjung yang hadir dalam kegiatan ini dihibur dua artis cantik dari Dikta musik dangdut electone, serta tampilan Reog Singo Guntur Bawono.
Para pengunjung juga dapat melihat pameran keris yang disajikan anggota AGNI Bojonegoro serta menikmati aneka kuliner yang ditampilkan pelaku IKM dan UMKM Desa Sroyo dan sekitarnya. Dan yang tak kalah penting yaitu acara ngangsu kaweruh yang dikemas dalam sarasehan dengan narasumber Ki Ronggo Joyokusumo, sesepuh Cakra Dharma Nusantara dari Tuban. ***
Wartawan: Kang Zen/Tejo Cahyono
Lestarikan Budaya Dan Bangun Peradaban, Padepokan Cakra Dharma Nusantara Resmi Berdiri Di Bojonegoro