BOJONEGORO, Waskat.id – Sanggar Sastra Djajus Pete bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro dan Majas Risetmedia Group menggelar Forum Kajian Sastra dan Budaya bertajuk ”Nilai Estetika Karya Djajus Pete Dalam Perspektif Pembangunan Bojonegoro ke Depan”.

Forum Kajian Sastra dan Budaya ini merupakan roadshow pertama, dihelat di aula Kantor Disbudpar Bojonegoro, Jalan Teuku Umar, Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini digelar untuk menyemarakkan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 dan ulang tahun pertama Sanggar Sastra Djajus Pete.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Lukiswati, M.Pd dengan moderator Kabid Kebudayaan Disbudpar Bojonegoro, Dheny Ike Kirmayanti, S.Pd, MM. Sedangkan narasumber dalam kegiatan ini masing-masing Kang Zen Samin, ketua Sanggar Sastra Djajus Pete dan drh. Yonathan Rahardjo, direktur Majas Risetmedia Group.

Sekdin Budpar Bojonegoro, Lukiswati, dalam sambutannya mengapresiasi Forum Kajian Sastra dan Budaya ini. Dia mengungkapkan, Kajian Sastra dan Budaya ini sangat penting untuk menggiatkan kembali semangat literasi bagi masyarakat secara umum, dan khususnya masyarakat Bojonegoro.

’’Kita tahu bahwa literasi masyarakat sekarang sepertinya bergeser ke literasi drakor dan dracin. Akibatnya literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial dan budaya, tanpa kita sadari tertinggalkan. Literasi baca tulis dan numerasi sesungguhnya sangat penting untuk meningkatkan kecakapan dan pengetahuan, serta memahami dan menganalisis sebuah persoalan dengan tajam dan terarah,’’ ungkap Lukiswati.

Pada sesi utama, Peneliti Independen dari Majas Risetmedia Group, drh. Yonathan Rahardjo, memaparkan hasil risetnya mengenai kedalaman nilai estetika dan gagasan kearifan lokal dalam karya Djajus Pete. Menurutnya, pemikiran mendiang sastrawan tersebut sangat relevan untuk memperkuat arah pembangunan karakter serta kebudayaan daerah.

Kajian semakin berbobot melalui pemikiran para tokoh kebudayaan lokal. Ketua Sanggar Sastra Djajus Pete, Kang Zen Samin, mengurai latar belakang historis dan warisan nilai edukasi sastra sang maestro. Sementara itu, Sekretaris Dewan Kebudayaan Bojonegoro, Hendro Lukito, S.Pd., menyoroti pentingnya sinergi antar-pemangku kepentingan demi memperkokoh ketahanan budaya Bojonegoro.

Antusiasme peserta terlihat pada sesi diskusi interaktif, di mana empat penanya menggali materi secara mendalam bersama para narasumber. Kegiatan diakhiri dengan closing statement dari Sekretaris Disbudpar yang merespons positif berbagai rekomendasi strategis hasil paparan narasumber.

Melalui forum ini, karya sastra lokal diharapkan tidak sekadar menjadi bahan apresiasi, melainkan mampu menjadi fondasi nilai dalam mewujudkan Bojonegoro yang berdaya saing, bertransformasi, adil dan makmur. ***

Wartawan: Vitta Yo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *