BOJONEGORO, Waskat.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memastikan pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan khusus anak terimplementasi dengan baik. Pada tahun 2026 ini, Kabupaten Bojonegoro ditargetkan naik level dari Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Madya menjafi Nindya.
Sebagai bentuk komitmen bersama, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro bersinergi dengan jajaran OPD terkait, lintas sektor hingga tokoh anak-anak dan media, menggelar Penguatan dan Persiapan Verifikasi Lapangan (Verlap) Penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026. Kegiatan digelar di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, Rabu (26/8/2026).
Kepala DP3AKB Kabupaten Bojonegoro, Achmad Hernowo, menyampaikan hasil verifikasi KLA Kabupaten Bojonegoro saat ini 729 poin. Nilai tersebut akan kembali diverifikasi keabsahannya. Namun demikian hal tersebut dapat menjadi modal kuat untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.
’’Dengan rentang nilai saat ini, target kita pada tahun 2026 adalah naik ke kategori Nindya dari yang sebelumnya kategori Madya. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk mempertahankan nilai sekaligus menyempurnakan seluruh data dukung. Hari ini kita fokus pada penguatan persiapan Verlap, dan besok akan dilanjutkan dengan pertemuan teknis. Kami mohon dukungan penuh, utamanya dari para pelaksana teknis,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin menegaskan, perlindungan dan pemenuhan hak anak bukanlah tugas satu OPD saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Setiap tahun selalu ada perbedaan antara penilaian mandiri, evaluasi administrasi hingga verifikasi lapangan.
’’Target kita bukan sekadar naik ke kategori Nindya di atas kertas, tetapi yang terpenting adalah menghadirkan perlindungan dan pemenuhan hak anak secara nyata di lapangan. Seluruh OPD diharapkan dapat menyajikan bukti dukung yang valid, responsif dan terpadu,’’ tegas Machmuddin.
Melalui sinergi yang solid antar OPD dan pemangku kepentingan terkait, Pemkab Bojonegoro optimistis dapat memenuhi seluruh indikator KLA secara optimal demi mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah bagi anak.
Fasilitator Provinsi Jawa Timur, Nanang Abdul Chanan, menjelaskan ini tahap terakhir evaluasi KLA dalam melihat perkembangan implementasi kebijakan pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan khusus anak.
’’Evaluasi bukan sebagai beban tapi ini berkelanjutan. Bagaimana anak-anak menikmati kehidupan, mengisi waktu luang, pendidikan, serta membangun kesehatan,’’ tandasnya. ***
Wartawan: Kuzaini/hmp