BOJONEGORO, Waskat.id – Rangkaian asesmen lapangan dan validasi Aspiring UNESCO Global Geopark (aUGGp) di Kabupaten Bojonegoro resmi berakhir. Acara penutupan digelar di Gedung Putih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jumat (31/07/2026).
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Tim Asesor UNESCO Global Geopark yang telah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga selama melaksanakan proses asesmen lapangan di Kabupaten Bojonegoro. Kehadiran dua asesor dari Jerman dan China menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran yang sangat berharga bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas pengelolaan Geopark Bojonegoro agar memenuhi standar UNESCO Global Geopark.
’’Seluruh masukan dan saran dari tim evaluator akan menjadi bekal penting bagi kami untuk terus melakukan penyempurnaan tata kelola Geopark Bojonegoro. Kami berkomitmen melakukan perbaikan dan pengembangan secara berkelanjutan sesuai standar UNESCO Global Geopark,” kata Bupati Setyo Wahono.
Bojonegoro memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya yang sangat berharga. Seluruh potensi tersebut tidak hanya harus dijaga kelestariannya, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mendukung proses pengembangan Geopark Bojonegoro, mulai dari Badan Pengelola Geopark Bojonegoro, Tim Geopark Provinsi Jawa Timur, para pendamping, hingga seluruh mitra yang selama ini memberikan arahan, dukungan, dan pendampingan.
’’Tujuan utama dari seluruh ikhtiar ini adalah menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Melalui pengelolaan geopark yang berkelanjutan, kekayaan alam, budaya, dan warisan geologi dapat terlindungi sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat,’’ tambahnya.
Dengan semangat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap cita-cita menjadikan Geopark Bojonegoro sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark dapat segera terwujud.
Sementara itu, salah satu tim asesor UNESCO Global Geopark, Mr. Andreas Josef Schuller dari Jerman, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan tim pengelola selama proses evaluasi. Selama empat hari berada di Bojonegoro, pihaknya menyaksikan secara langsung kesungguhan seluruh tim dalam mempersiapkan proses evaluasi, baik dari sisi dokumen maupun implementasi di lapangan.
’’Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati dan seluruh tim yang telah bekerja sangat keras selama proses persiapan hingga pelaksanaan evaluasi lapangan,’’ ungkap Andreas.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan dokumen merupakan pekerjaan yang tidak mudah, terlebih ketika harus dibuktikan melalui implementasi di lapangan. Meski belum dapat mengunjungi seluruh situs geopark yang ada, tim evaluator melihat potensi yang dimiliki Geopark Bojonegoro sangat luar biasa.
Menurutnya, Geopark Bojonegoro memiliki kekuatan dari berbagai aspek, mulai dari geologi, geomorfologi, pendidikan, hingga kekayaan budaya, termasuk keberadaan komunitas Samin yang menjadi identitas khas kawasan tersebut.
Dalam proses evaluasi, Andreas menyampaikan bahwa sejumlah pertanyaan dan catatan yang diberikan merupakan bagian dari masukan konstruktif agar pengelolaan geopark terus berkembang.
“Tidak ada geopark yang sempurna. Selalu ada ruang untuk perbaikan dan pengembangan. Berdasarkan diskusi yang telah dilakukan, terdapat beberapa hal yang masih dapat ditingkatkan oleh tim pengelola,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan selama berada di Bojonegoro. Selanjutnya, tim evaluator akan menyusun laporan evaluasi secara objektif dan profesional sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan hasil akhir oleh UNESCO.
’’Kami berharap Geopark Bojonegoro memperoleh hasil terbaik. Semoga suatu saat kami dapat kembali ke sini dan menyaksikan Geopark Bojonegoro telah resmi menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark,’’ pungkas Andreas. ***
Wartawan: Kang Zen/hmp