BOJONEGORO, Waskat.id – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menghadiri sekaligus menyaksikan prosesi pelantikan 150 anggota dan pengurus Majelis Pengurus Daerah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Bojonegoro Periode 2026–2031. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Angling Dharmo, Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jum’at (17/7/2026).
Acara pelantikan ICMI Bojonegoro dihadiri langsung oleh Ketua ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Timur, Dr. Pitono Nugroho, yang turut menyaksikan pengukuhan kepengurusan baru tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan apresiasi mendalam atas terbentuknya kepengurusan baru yang diisi oleh para akademisi dan praktisi berkapasitas tinggi. Mengingat banyaknya figur intelektual yang tergabung dalam kepengurusan ini, Bupati menyampaikan bahwa memimpin wadah cendekiawan memiliki seni dan tantangan tersendiri.
’’Tentu tidak mudah mengumpulkan orang pintar sebegini banyak. Semuanya punya potensi dan kapasitas sehingga membutuhkan leadership yang kuat. Tentu sangat berbeda dengan jadi bupati,’’ ungkapnya disambut senyum hangat dan tepuk tangan para anggota ICMI.
Bupati Setyo Wahono menegaskan, dalam memimpin Bojonegoro, dirinya berkomitmen menerapkan pendekatan sebagai fasilitator yang mengutamakan ruang komunikasi yang sehat, objektif, dan produktif, alih-alih menggunakan pendekatan kekuasaan. Dalam menjalankan kepemimpinan tersebut, ia berpegang teguh pada prinsip ‘ojo dumeh’ (jangan mentang-mentang) serta filosofi jawa ‘mikul dhuwur mendhem jero’.
’’Artinya, kita menghargai seseorang berdasarkan kapasitas, kemampuan, dan nilai positifnya. Sedangkan kekurangannya kita simpan, kita pendam, dan kita kubur demi keharmonisan dan kemajuan bersama,’’ jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati menaruh harapan besar agar 150 pengurus yang baru dilantik mampu memberikan sumbangsih pemikiran konkret yang berbasis pada data empiris, riset, dan kajian ilmiah guna mendukung jalannya pembangunan daerah. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mengusulkan pembentukan ruang kolaborasi berkala yang dinamis antara pemerintah daerah dan para akademisi.
’’Saya usul kalau bisa kita buat konsep belajar bareng atau ‘sinau bareng’. Apapun rekomendasi dari hasil sinau bareng itu akan menjadi rujukan kami selaku bupati dalam menjalankan regulasi dan mengambil kebijakan,’’ pungkas Setyo Wahono.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kehadiran ICMI periode ini dapat tampil sebagai mitra strategis yang tangguh dalam melahirkan inovasi baru. Sinergi yang erat antara pemerintah dan para cendekiawan ini diharapkan mampu mengawal berbagai program pembangunan daerah agar berjalan lebih terarah, efektif, serta berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat Bojonegoro. ***
Wartawan: Kuzaini/hmp