BOJONEGORO, Waskat.id – Hujan sempat mengguyur wilayah Desa Sudah, Kecamatan Malo, pada pukul 13.30 WIB, Kamis (30/4/2026). Namun hal ini tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap hadir dalam kegiatan Bupati Medhayoh. Warga tetap antusias mengikuti jalannya acara, yang menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial.

Bupati Medhayoh merupakan tradisi dalam Pemerintahan Bojonegoro dibawah duet kepemimpinan Setyo Wahono dan Nurul Azizah, merupakan upaya pemerintah daerah menyampaikan program prioritas secara langsung kepada masyarakat.

Acara Bupati Medhayoh kali ini digelar di salah satu rumah warga Desa Sudah, Kecamatan Malo, dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono beserta istri, Cantika Wahono serta Wakil Bupati Nurul Azizah, Asisten Administrasi dan Umum, beberapa Kepala OPD di lingkup Pemkab Bojongoro, Forkopimcam, Pemerintah Desa Sudah, juga masyarakat Desa Sudah dan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, memaparkan berbagai program beasiswa yang menjadi perhatian pada masa kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah.

Ia menjelaskan terdapat empat jenis beasiswa yang disiapkan untuk meningkatkan akses pendidikan masyarakat, yakni beasiswa keluarga miskin berupa bantuan prestasi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) maupun Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah (Damisda).

Beasiswa kedua, beasiswa tugas akhir yang diberikan untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi atau tugas akhir. Ketiga, beasiswa pondok pesantren yang merupakan program baru, ditujukan bagi mahasiswa dari kalangan pengasuh maupun pengajar pondok pesantren sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi di bidang pendidikan keagamaan.

Keempat, beasiswa scientist yang diperuntukkan bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri pada program studi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). “Untuk beasiswa scientiest ini khusus perguruan tinggi negeri, kita sesuaikan perbubnya bagi mahasiswa desil 1-5,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial. Ia menyampaikan bahwa pihaknya menerima masukan dari masyarakat terkait adanya bansos yang belum tepat sasaran.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus melakukan perbaikan melalui proses verifikasi dan validasi data. Pendataan dilakukan oleh kader desa yang bertugas sebagai pencacah data, guna memastikan data penerima bantuan benar-benar sesuai kondisi riil di lapangan.

’’Harapannya pada tahun 2026 angka kemiskinan di Bojonegoro dapat menurun. Oleh karena itu, kami terus melakukan verifikasi dan validasi DTSEN sekaligus merealisasikan bantuan sosial yang telah disalurkan pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026,’’ ujarnya.

Ia menambahkan, untuk bantuan sosial yang bersumber dari pemerintah kabupaten, saat ini masih menggunakan acuan desil 1 hingga 5 sebagai dasar penentuan penerima manfaat.

Melalui kegiatan Bupati Medhayoh ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang utuh sekaligus menyampaikan aspirasi secara langsung, sehingga program pembangunan di Kabupaten Bojonegoro semakin tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. ***

Wartawan: Kuzaini/hmp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *