BOJONEGORO, Waskat.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Sosialisasi Penyusunan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pengelolaan Sampah Daerah, sebagai tindaklanjut arahan Menteri Lingkungan Hidup. Kegiatan ini dilaksanakan di Creative Room Lt 6 Gedung Pemkab Bojonegoro, Selasa (31/3/2026)

Sosialisasi Penyusunan KIE ini sebagai penilaian awal terkait Adipura, utamanya dalam merencanakan pengelolaan sampah di Kabupaten Bojonegoro. KIE sendiri merupakan inisiasi program dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), yang berkaitan dengan cara mengedukasi masyarakat dan memberikan pecerahan serta mendorong pengelolaan lingkungan di masing-masing wilayah.

’’Giat ini mendukung 2029 Indonesia bebas dari sampah. Ini cita-cita yang besar. Sehingga perlu kerjasama mulai dari desa/kecamatan, penyuluh, kader dan masyarakat,’’ kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Achmad Sholeh Fatoni.

Tim Kementerian LH RI yang hadir dalam acara ini, mengatakan, perlu upaya besar untuk mewujudkannya. Sebagai pembina dan penilai, tentu perlu langkah-langkah tepat dalam mewujudkannya melalui sinergi lintas OPD dan kerjasama dengan stakeholder terkait.

Ditambahka, seluruh OPD harus terlibat dalam Penyusunan dan Pelaksanaan KIE, Aktivasi dan Optimalisasi Fasilitas Pengelolaan Sampah dan Identifikasi Pengelolaan Sampah di Kawasan.

Pihaknya juga memaparkan terkait gerakan sadar sampah dari rumah tangga, yaitu belanja menggunakan wadah sendiri, sampah dipilah dari rumah, habiskan makanan, serta komposkan sisa makanan.

’’Utamanya sampah organik. Sampah yg ada di TPA mayoritas sampah organik. Kuncinya ialah pengelolaan sampah rumah tangga. Jika dapat ditekan di tingkat keluarga, maka efeknya TPA lebih bersih. Untuk menyongsong Kabupaten Bojonegoro meraih Adipura di 2026,’’ ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga memaparkan 3 poin terkait Identifikasi Pengelolaan Kawasan dalam Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan, yaitu Aspek Legalitas dan Izin Lingkungan, Ketersediaan Fasilitas Wajib (Sarpras) dan Kepatuhan Pelaporan (Logbook).

Turut hadir para camat/sekcam se-Kabupaten Bojoengoro, seluruh OPD lingkup Pemkab Bojonegoro, Ademos, IdFos, Alas Institute, Bojonegoro Institute, dan Yayasan Daya Tumbuh Indonesia. ***

Wartawan: Kuzaini/hmp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *