BOJONEGORO, Waskat.id – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat. Selain meningkatkan gizi penerima manfaat, juga menyerap ribuan tenaga kerja melalui keberadaan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Jumlah SPPG di Kabupaten Bojonegoro hingga saat ini sudah mencapai 133 unit. Setiap harinya melayani 327.233 paket MBG untuk 21 kelompok. Meliputi balita, PAUD, RA, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA, SLB.

Juga pondok pesantren (Ponpes), pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), Ibu hamil (Bumil), Ibu menyusui (Busui ), SR-SMA dan Guru.

Dari 133 SPPG di Kabupaten Bojonegoro, sekarang ini telah melibatkan 5.984 relawan. Mereka bekerja mulai dari ahli gizi, administrasi, tukang masak, tukang cuci, pemorsian, pengiriman, dan lainnya.

“Untuk gajinya diberikan harian. Alhamdulillah bisa menambah pendapatan keluarga,” ujar Mutakhoh, ibu rumah tangga yang tinggal di RT 09/RW 03 Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, itu.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Bojonegoro, Tommy Putra Mandala mengatakan, jumlah SPPG yang beroperasi sekarang ini sebanyak 133 dapur. Rata-rata setiap dapur melayani sekitar 3.000 penerima manfaat.

“Untuk total produksi di bulan februari 2026 saja, per hari ini mencapai 3.748.502 paket,” ujar Tommy.

Menurutnya, masih ada potensi penambahan jumlah SPPG di Kabupaten Bojonegoro. Sebab hingga saat ini masih terdapat dua kecamatan yang belum memiliki SPPG, yakni Kecamatan Margomulyo dan Kecamatan Kedewan.

“Pemerataan layanan ini menjadi perhatian serius kami agar kedepan seluruh wilayah Bojonegoro dapat merasakan manfaat program unggulan Presiden Prabowo Subianto,” tegas Tommy..

Sebaran SPPG sendiri telah menjangkau hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, di antaranya Balen, Baureno, Bojonegoro Kota, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedungadem, Kepohbaru, Malo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberrejo, Tambakrejo, Temayang hingga Trucuk.

Tak hanya itu, beberapa SPPG bahkan berkembang lebih dari satu titik dalam satu desa atau kecamatan. Seperti di wilayah Sukorejo, Klangon, Pacul, Sumuragung hingga Talun yang kini memiliki lebih dari satu dapur aktif.

Dengan capaian tersebut, program MBG di Bojonegoro dinilai semakin masif dan terstruktur. Pemerintah daerah bersama tim SPPG terus mendorong percepatan pemerataan layanan, agar seluruh anak-anak dan penerima manfaat dapat memperoleh asupan gizi yang optimal secara berkelanjutan. *

Wartawan: Moh Muad

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *