BOJONEGORO, Waskat.id – Gerakan budaya pelestarian sumber air dengan penanaman pohon beringin kembali digelar pada, Rabu (07/01/2026) di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan Tanam Pohon Beringin kali ini dilakukan oleh masyarakat Samin didukung Tim Ekspedisi Bumi yang dikoordinatori oleh Kang Zen Samin, dengan melibatkan berbagai organisasi dan komunitas lintas ormas.

Tim Ekspedisi Bumi merupakan gabungan dari sejumlah elemen, diantaranya Relawan Jogo Bojonegoro yang dipimpin Gus Farid Anshoruddin, ADEMOS Indonesia yang diketuai Ahmad Shodiqorrosyad, Wahana Abdi Budaya (WAB) dengan ketua Kang Zen Samin, Sarung Ijo Nusantara (SIN) yang diketuai Subechan Al Arif, Yayasan Kabel Wahid Indonesia (KWI) pimpinan Suryanto, LSM Gemuruh, serta Pemerintah Desa Margomulyo dan masyarakat Samin.

Ketua Sarung Ijo Nusantara (SIN), Subechan Al Arif, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata gerakan budaya dalam menjaga keberlangsungan sumber air.

’’Giat ini adalah wujud dari gerakan budaya pelestarian sumber air dengan menanam pohon beringin di sendang atau sumber air yang masih produktif,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kang Zen Samin selaku Koordinator Tim Ekspedisi Bumi menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan menjaga kelestarian alam, khususnya sumber air, agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan ekosistem. Adapun empat sendang yang ditanami pohon beringin yaitu Sendang Blimbing, Sendang Menjalin, Sendang Serut dan Sendang Mbah Dukun.

’’Tujuan kami melaksanakan kegiatan ini adalah menjaga kelestarian alam, terutama menjaga sumber air agar tetap lestari sehingga bisa bermanfaat bagi warga setempat dan ekosistem,” ungkapnya.

Kang Zen Samin menambahkan, upaya tersebut juga ditujukan agar kelestarian alam dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.

Kepala Dusun (Kasun) Jepang, Hadi Pranoto, mewakili warga warga setempat memberikan apresiasi atas kepedulian para peserta kegiatan.

’’Terima kasih kami sampaikan atas kepedulian teman-teman semua dalam rangka pelestarian sumber air di Dusun Jepang dengan menanam pohon beringin. Semoga tanaman beringin tumbuh menjadi besar dan bermanfaat bagi alam serta warga Dusun Jepang ke depannya,’’ ungkapnya sembari menambahkan, dalam kegiatan tersebut, sebanyak 16 pohon beringin ditanam di empat sendang dan di area sekitar lapangan Dusun Jepang.

Ritual Bubak Bumi
Sebelum dilakukan penanaman pohon beringin di setiap sendang, lebih dulu diawali dengan ritual Bubak Bumi dan pembacaan do’a mantra Jawa yang dipimpin oleh Mbah Salam. Tujuannya untuk memohon kepada Sang Pencipta Alam Semesta agar sumber air di sendang tetap lestari berkat adanya tanaman pohon beringin dan tanaman lain di sekitarnya.

Dalam ritual Bubak Bumi, masyarakat Samin menyiapkan 4 tumpeng. Masing-masing tumpeng diberi panggang ayam jago dan bumbu urap. Setelah dibacakan mantra-mantra Jawa kemudian tumpeng dibagikan kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Usai penanaman pohon beringin, rombongan melakukan kunjungan ke rumah tokoh spiritual Samin, Mbah Sampan dan ke kediaman almarhum Mbah Hardjo Kardi, tokoh pemimpin adat Samin. Rombongan mendapat pencerahan tentang adat Samin dari Mas Bambang Sutrisno, anak dari Mbah Hardjo Kardi serta mendapat cendera mata udheng Obor Sewu. ***

Wartawan: Dwi Prasetyo

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *